Monday, July 28, 2008

Seminggu lagi ibu datang ke Jogja

Jogja panas sekali beberapa hari ini, nat. Bukan pilihan yang bagus buat berjalan kaki. Sudah dua hari saya pulang kursus naik angkutan, padahal jarak ke rumah tidak terlalu jauh dan banyak hal yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Tadi saya putuskan sebelum makan siang mau mampir sebentar ke warnet untuk mengirim beberapa paragraf buat kamu.

Saya tak ambil pusing apakah kamu merokok atau tidak. Tapi, saya bakal ambil pusing kalau merokok bikin kamu jadi sakit..hehe, apa ini adil? Kalau kamu suka, mengapa tidak? Saya suka gelisah kalau tidak ada rokok, mungkin kemarin kamu begitu juga. Menunggu kan seringkali memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang buat gelisah.

Barang yang kamu kirim belum sampai hingga tadi pagi. Apa kamu mencantumkan nomer telepon saya, sehingga kurirnya bisa tanya alamat? Hmmm..kalau tidak, semoga barangnya dikembalikan ke alamatmu. Sungguh, saya pun tak sabar menunggu kiriman itu. Saya cuma menggoda saja waktu bilang ‘jangan mengikatkan sesuatu pada barang’. Sebaiknya memang begitu, tapi ini kasus khusus. Semoga barang itu lekas jelas ada dimana.

Tadi saya jumatan di Kansas (Kantin Sastra UGM) bareng mas dede. Pesan dua gelas jus tomat lalu ngobrol ngalor-ngidul. Dia cerita tentang anak sahabatnya yang diramal sebagai reinkarnasi salah seorang pengelana tua dari Assyiria dan padatnya jadwal kuliah matrikulasi.

Mas Dede punya hubungan yang unik dengan sahabatnya. Mereka berasal dari Indramayu dan baru kenal ketika sama-sama kuliah di Fisip Unpad. Sahabatnya seorang yang religius. Seratus delapan puluh derajat dengan dia, tapi hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang. Bahkan sangat baik walau kerap beda pendapat kalau berdiskusi.

Kami lalu cari tempat yang enak buat rebahan. Saya ingat FISIPOL punya plasa yang nyaman. Pohon-pohon besar berdaun lebat. Burung-burung bernyanyi di dahannya. Saya rebahan di atas kursi panjang dari semen yang dicat hitam. Menutup mata barang 10 menit.

Oia, saya sempat buka e-mail dari komputer yang disediakan dekat plasa. Ada sekitar 10 unit komputer yang ditaruh dalam kotak kayu dan bisa dipakai hingga sore oleh mahasiswa yang tidak punya laptop. Ah, saya iri…

Humaniora UGM masuk peringkat 46 dunia. Taraf mereka internasional, dan terakreditasi U – sistem akreditasi baru pakai huruf U buat Unggul, tingkatnya di atas A. Itu kenapa tadi saya sms sedang berkeliling di UGM mencari jurusan yang cocok buat studi Magister..hehe. Mungkin mau ambil sejarah atau filsafat.

Seminggu lagi ibu datang ke Jogja, saya tak sabar menceritakan kamu pada dia..

Jogja, 18 Juli 2008

Posted by aletheia in 05:56:34
Comments

Leave a Reply