Monday, July 28, 2008

Seminggu lagi ibu datang ke Jogja

Jogja panas sekali beberapa hari ini, nat. Bukan pilihan yang bagus buat berjalan kaki. Sudah dua hari saya pulang kursus naik angkutan, padahal jarak ke rumah tidak terlalu jauh dan banyak hal yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Tadi saya putuskan sebelum makan siang mau mampir sebentar ke warnet untuk mengirim beberapa paragraf buat kamu.

Saya tak ambil pusing apakah kamu merokok atau tidak. Tapi, saya bakal ambil pusing kalau merokok bikin kamu jadi sakit..hehe, apa ini adil? Kalau kamu suka, mengapa tidak? Saya suka gelisah kalau tidak ada rokok, mungkin kemarin kamu begitu juga. Menunggu kan seringkali memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang buat gelisah.

Barang yang kamu kirim belum sampai hingga tadi pagi. Apa kamu mencantumkan nomer telepon saya, sehingga kurirnya bisa tanya alamat? Hmmm..kalau tidak, semoga barangnya dikembalikan ke alamatmu. Sungguh, saya pun tak sabar menunggu kiriman itu. Saya cuma menggoda saja waktu bilang ‘jangan mengikatkan sesuatu pada barang’. Sebaiknya memang begitu, tapi ini kasus khusus. Semoga barang itu lekas jelas ada dimana.

Tadi saya jumatan di Kansas (Kantin Sastra UGM) bareng mas dede. Pesan dua gelas jus tomat lalu ngobrol ngalor-ngidul. Dia cerita tentang anak sahabatnya yang diramal sebagai reinkarnasi salah seorang pengelana tua dari Assyiria dan padatnya jadwal kuliah matrikulasi.

Mas Dede punya hubungan yang unik dengan sahabatnya. Mereka berasal dari Indramayu dan baru kenal ketika sama-sama kuliah di Fisip Unpad. Sahabatnya seorang yang religius. Seratus delapan puluh derajat dengan dia, tapi hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang. Bahkan sangat baik walau kerap beda pendapat kalau berdiskusi.

Kami lalu cari tempat yang enak buat rebahan. Saya ingat FISIPOL punya plasa yang nyaman. Pohon-pohon besar berdaun lebat. Burung-burung bernyanyi di dahannya. Saya rebahan di atas kursi panjang dari semen yang dicat hitam. Menutup mata barang 10 menit.

Oia, saya sempat buka e-mail dari komputer yang disediakan dekat plasa. Ada sekitar 10 unit komputer yang ditaruh dalam kotak kayu dan bisa dipakai hingga sore oleh mahasiswa yang tidak punya laptop. Ah, saya iri…

Humaniora UGM masuk peringkat 46 dunia. Taraf mereka internasional, dan terakreditasi U – sistem akreditasi baru pakai huruf U buat Unggul, tingkatnya di atas A. Itu kenapa tadi saya sms sedang berkeliling di UGM mencari jurusan yang cocok buat studi Magister..hehe. Mungkin mau ambil sejarah atau filsafat.

Seminggu lagi ibu datang ke Jogja, saya tak sabar menceritakan kamu pada dia..

Jogja, 18 Juli 2008

Posted by aletheia in 05:56:34 | Permalink | No Comments »

the idea of waiting for something makes it more interesting?

17 Juli
Kamis petang
Bonjour, Mon cher..

Someone’s take a peacefull nap rite now..hehehe..
Sendirian di kosan teman, lapar menyerang.. kosan tak bisa ditinggal..huhu
Rokok masih ada dua batang, lumayan..hehe.. Ini bulan terparah saya merokok..

Kamu tau kan, Mon cher, saya bukan perokok.. Saya hanya merokok, bukan perokok (haha, pembenaran yang selalu disambut riuh suara protes anak2.. “Sama aja, Nat”, kata mereka. Haha terserahlah, buat saya itu beda. Kamu tau, jauh sebelum saya menghisap batang rokok, saya lebih dulu suka aroma yang ditimbulkan asap rokok ke udara sekitarnya. Apalagi yang bercampur dengan aroma malam (yah, rokok dan malam. dua hal yang semakin sulit didapat semakin nikmat sensasinya ahhahha). Perokok pasif yang bodoh saya ini dulu, sejak sma, tapi saya suka.

Kembali lagi ke urusan lapar melapar.. Harusnya salah seorang personel band, si aip namanya, sudah datang sekarang. Jadi saya bisa pergi dari sini. langsung ke rumah si Indronettia. Lama kalau harus tunggu jemputan. Airin, Ibe, dan Qtink mau berangkat sama-sama, kumpul di siliwangi. Tapi si aip itu blm datang.

Tapi saya ada pikiran lain yang mengganggu. Kakak tadi telepon, butuh kartu atm bni saya, karena Tangguh kirim uang ke rekening saya, karena dia jg bni. Buat dia pake besok pula. Masalahnya rekening kakak itu mandiri, transfer lintas bank lewat atm sering bermasalah. Saya harusnya setor langsung ke Mandiri, setelah tarik tunai bni lewat atm. Tapi bank sudah tutup jam begini.Akhhh, kenapa teknologi tidak membantu di saat begini. Hehehehe, saya tak mau debat kusir kita lagi soal teknologi seperti tempo hari.. Pokoknya saya sebal sekali hal-hal mendadak. Walaupun saya suka kejutan. Tapi kalau kejutan macam begini, malas juga.

Teknis yah, curhatan hari ini. Saya bersyukur tadi kamu pamit tidur. Kalau tidak kamu pusing dengar ocehan-ocehan macam ini. Oia, saya tdk akan pundung, untuk hal-hal kecil, semisal kamu mengantuk, Monsiour. Masa sedikit-sedikit pundung, kayak bos besar saja..haha. Santey, kalau bukan pms, saya jarang merajuk kok. Saya suka kamu tidur siang, apalagi sehabis makan, biar kayak macan putih itu. Biar sampai di kota saya nanti, kamu sudah sama gemuk dengan si macan..hahaha.

Lagi-lagi pembahsan berat badan kamu. Tidak adil ya.. Hehehe.. Pokoknya saya sih sepakat saja, selama kamu merasa sehat. Kalau kemarin ini, kamu sendiri kan yang bilang, sudah dikata saudara macam pemakai narkoba. Lalu kamu bilang 2 bungkus sehari, dan terlalu banyak kopi. Saya hanya baca intonasi kamu, dan dari pembacaan saya, kamu merasa ini bukan kondisi optimal, dan ingin sedikit lebih sehat. Jadi saya dukung sepenuhnya ;p .. Kalau macam ini kamu sudah merasa sehat, saya tak kan protes dua bungkuskah atau lima cangkirkah kamu habiskan sehari. Kamu tahu saya juga penikmat itu semua. Hehehe. Tapi, once more, u know what the best 4 u.. im just gonna agree with u, and support.. (tapi selapis lagi tambahan di pipimu ide bagus sepertinya, i like it… =) terbayang rekaman video rapat makar yang saya ceritakan tempo hari. Kamu tdk sekurus skr. Kita dua orang yang asing di rekaman itu, ajaib!!)

Aduh perut lapar bikin saya melantur..
Sekarang di playlist laguna Sindentosca, Kepompong (kalau di ym jadi shout out ya. Pantas tadi kamu tahu saya sedang dengar Stone Roses, I wanna Be Adored. Itu bukan curcol lho,cuma kebetulan lagunya itu di playlist, tampil di status ym)..

10:04
di kamar indri

Anak-anak di kamar sebelah.. Saya menyepi sebentar di sini. Eh taunya si airin sudah kirim ym, cepat balik katanya, masih sesi curhat tampaknya. Padahal jaraknya cuma 5 langkah ke ruangan ini..hehe
Akhirnya saya tanya juga tadi soal kiriman.. Akkhh.. kamu tau, skenario awalnya tidak begini..
Tapi, kamu benar, jangan ikatkan diri pada barang. Tapi di dalamnya itu, saya beri muatan dari apa yang tercurah. Kamu tau, saya bilang usaha paling mulia sekaligus paling berresiko adalah layanan antar barang. Dia menjual jasa untuk menyambung amanah, kepercayaan. Dalam kepercayaan ada harapan. Harapan saya, kamu bisa menerima kiriman itu, melihatnya, dan melihat apa yang saya lihat ketika saya melepasnya untuk sampai kepada kamu..
Ya, kamu benar, mari berdoa saja..
(Dibandingkan, bakar gedung kantor layanan antar barangnya, pilihan berdoa mungkin lebih masuk akal)
Hehehhehe
Semoga quote favorit saya di judul atas masih bisa berguna, redakan rasa gelisah..

Bonsoir, Mon cher…

Posted by aletheia in 05:55:40 | Permalink | No Comments »

Nama Anak Teman Saya One Love

Hehe..bagus juga sesekali ke warnet. Untungnya speedy sedang terganggu, jadi kamu bisa merasakan suasana lain. Aneh, nat, hampir dua hari sekali saya pergi ke warnet, dan hampir tiap kunjungan kebagian nomor 9 di smoking room. Rasanya seperti punya bilik sendiri.

Like I was said, “i’m so proud of you”. Belajar dalam keterbatasan adalah hal yang sulit. Dan nona lebih hebat dari saya karena tak mau jalan terhalang sekedar oleh batu kerikil. Hilmar Farid, sejarawan muda Indonesia, juga belajar Belanda autodidak.

Saya kesulitan mengikuti kelas pertama. Belum tahu bagaimana cara mengeja abjad Jerman, tahu-tahu sudah disuruh memerkenalkan diri dalam Jerman. Sedikit mendengar, lalu saya menirukan ucapan teman-teman yang sudah memerkenalkan diri terlebih dahulu.

“Muhammad Kholikul Alim, Aal”
Icht kommt aus Jogja (saya berasal dari Jogja)”
Ich wondt in Jetis (saya tinggal di Jetis)”
dreiundzwanzig jahre alt (umur saya dua puluh tiga)”

entah apa ejaan saya diatas betul atau tidak. Tapi, saya senang. Di kelas tadi sebuah poster Bertold Brecht, seorang seniman Jerman saya lirik terus. Ada Goethe di perpustakaan, tapi tak ada Marx dan Nietzche yang juga menulis dalam Jerman.

Ya, saya bakal menunggu sampai kamu cerita. Tak apa, seperti salah satu kutipan kesukaan kamu “the idea of waiting for something make it more interesting”.

Mood saya bagus hari ini. Sepertinya karena sudah lama tidak terbiasa belajar, dan mulai menapak lagi dengan rutinitas kursus Jerman. Sepanjang perjalanan menuju warnet saya senyum-senyum sendiri. Kadang tertawa kecil. Saat di angkringan tadi saya bertemu seorang teman. Tahu dia namai anaknya apa? One Love. Dia penggemar Bob Marley, dan menamai anaknya seperti judul salah satu single legenda reggae itu.

Sepanjang hari saya berusaha meningkatkan berat badan. Baru ingat kalau tinggi saya sudah melebihi bapak, namun berat badan masih di bawah dia. Mungkin karena asupan rokok dan kopi yang agak berlebih. Sulit menguranginya, jadi saya lebih memilih mengatur jadwal makan dan menu. Setiap makan saya tambahkan taburan keju di atas nasi. Semoga saja pertengahan agustus nanti bisa naik barang dua atau tiga kilogram..hehe

Oiya, saya suka sebutan mon cher..hehehe (^o^)

Jogja,15 Juli 2008

Posted by aletheia in 05:54:57 | Permalink | No Comments »

selamat pagi tuan di seberang sana,

“Cita-citaku ingin jadi bu ahmad.mana mungkin aku hanya lelaki…ibu, tolong anakmu, aku tak sudi menjadi bapak ahmad..”

warnet tanpa nama di jalan sarimanis
9:36 am
lagu the panas dalam mengalun cantik pagi ini..

sudah dua kali saya ucap kalimat berikut ini, di sms dan komen fs buat kamu, tapi akan saya ulang lagi: saya menikmati sensasi berada di warnet.. pacuan adrenalin seiring biling.. proses pemilahan berdasarkan prioritas, do or do not (at least not yet), dan yaahh..alunan dari playlist2 yang bukan pilihan kita.. it’s fun.. i miss being on warnet ternyata..

hei, saya membingungkan ya kemarin? maaf hehehe.. hasrat bercerita padamu tak tertahankan, padahal saya tau saraf motorik, sensorik, termasuk kemampuan berverbal sedang mati suri, imbas belum tidur sedetikpun kemarin malamnya. Lagi pula, saya pikir-pikir cerita ini lbh baik diceritakan nanti saja.. Pasti lebih seru..

ada beberapa cerita yang berkelebat selama seharian kemarin, cerita-cerita di bukunya si coelho.. kenapa? karena kemarin, saya merasakan konkretnya. seluruh jagat raya, tampak bahu membahu dalam bantu saya menuju keiginan. Dan kata coelho, walau penuh rintangan itu bisa terjadi, kalau kita sungguh-sungguh–sepenuh hati dan jiwa–menginginkanya..
makanya saya tiba-tiba kirim pesan singkat, ‘i think im really in love with you..”
karena ternyata seluruh penghuni dunia memang membantu saya hari itu, dan ini sesuatu tentang kamu.. hehe
sudah ah, nanti kamu jadi penasaran..

Pasti saya kisahkan nanti,mon cher.. (scout promise!) ;p

oiya, lupa saya ceritakan. saya ngobrol sedikit dengan mimit kemarin siang. kamu benar, dia baik dan menyenangkan. tidak menakutkan, hehehe. saya tau dia seseorang yang sangat penting dan berarti untuk kamu, dan saya senang sekali bisa berbincang dengan dia kemarin walau singkat.

hei, sudah sejam berlalu.. gerah betul di sini..mungkin karena saya belum mandi..hehe..
begitu buka mata tadi, sms kamu,sms mba maya, bikin kopi,pencet tombon on, pencet modem.. eh modemnya bertingkah.. telepon 147,panik, lalu lari menyebrang jalan masuk ke warnet yang ada di sebelah tukang obras ini.. hehehe..

saya mau pulang, kopi tadi pasti sudah dingin..
kamu belajar yang baik ya.. jadi nanti bisa ajari saya..hehe

Posted by aletheia in 05:54:23 | Permalink | No Comments »

Senang, Senang, Kaget, dan Senang

Senang, Senang, Kaget, dan Senang

hei, senang membaca tulisan pertamamu. Senangnya bertumpuk tiga. Saya langsung buka aletheia dari handphone waktu dapat sms kabar nona sudah posting. Sejak siang tadi saya sudah buka dan baca ulang tak kurang dari tiga kali. Rasanya persis seperti yang saya bilang, ‘buat yang abadi tampak dalam kesementaraan’. Tulisan kamu abadi, tapi saya temukan makna baru tiap kali membacanya.

Senang dapat kabar nona belajar Prancis. Salah satu bahasa yang saya suka dan ingin pelajari selain Jerman, Belanda, Inggris, dan Latin. Bapak tawarkan untuk ambil short course Jerman di Pusat Studi Jerman punya Universitas Gadjah Mada. Tadi siang adik yang mengurusnya. Besok pagi saya mulai. Jam 9 sampai jam 13, Senin sampai Jumat. Mungkin makan waktu sampai pertengahan Agustus.

Senang dapat kabar nona menunggu dalam sukacita. Hadiah yang tak terhingga buat ulang tahun saya. Sungguh, seperti pesan singkat saya malam kemarin. Disini saya mulai membiasakan diri baca-tulis lagi, walau ritmenya belum pasti.

Kaget waktu baca postingan nona. Ternyata ada juga yang mengerti nubuat saya tentang hubungan. Saya ingat Sartre dan Simone yang tak mau menikah meski hidup bersama. Buat mereka pernikahan adalah institusi borjuis yang tak layak diturut. Sementara itu Heidegger punya cinta lain dengan muridnya Hannah Arendt, meski dia sudah terikat lewat perkawinan dengan perempuan lain.

Bukan maksud membandingkan kita dengan mereka. Tapi saya pikir hubungan memang tidak perlu dibuat kaku dengan hal-hal macam status dan komitmen. Senang, senang sekali saat kamu pikir kamu percaya saya dan nubuat saya lewat aletheia. Dan penerimaan kamu untuk membangun rumah yang kuat bikin saya berpikir bahwa kita sama-sama ‘gila’..hehe.

Hey, bahkan saya tak pernah bertanya ‘Nat,lu mau nggak jadi cewe gw?’ seperti yang banyak orang lakukan. Tapi, sungguh jawaban yang kamu posting melegakan hati. Kita sudah dan mungkin akan terus kebingungan menjawab mereka yang bertanya ‘hei, kalian jadian?’. Sampai sekarang saya cuma membalasnya dengan kata ‘hehe’. Terserah mereka mau mengartikannya apa.

Selalu berharap kamu baik saja di sana…

Jogja, 14 Juli 2008

Posted by aletheia in 05:53:44 | Permalink | No Comments »

dear, birthday boy

14 juli
14th of july
Le 14 juillet

bonne nuit (bonjour?) mon soleil,

mon chéri d’anniversaire,
si désolé de vous garder reste en haut en retard..
ayez du sommeil agréable..

quand vous vous le lisez peut-être en demandant, pourquoi utilise-je la France .. j’apprends .. hehe c’est une langue sexy, vous ne pensez pas ?

quand vous le lisez, j’espère que vous imaginez que je suis devant votre porte, comme vous marchez dans mon jour ce jour-là, sur mon anniversaire..
vous savez que je si je pourrais..

je ne peux dire rien ou vous apporter quelque chose, j’espère que vous pouvez sentir ce .. mon désir..

hehe, vraiment .. j’ai quelque chose .., mais c’est somekind de quiz..
le présent vous sera envoyé, si vous pouvez répondre à cette question..

promettez-moi de manger plus.
je veux vous voir pour être plus gros, cher.. ;p

click here for translator option:
*

goodnight (good morning?) my sunshine,

my birthday sweetheart,
so sorry to keep you stay up late..
have a nice sleep..

when you read this maybe you’re asking, why am i using france.. i’m learning..hehe. it’s a sexy language, don’t you think?

when you read this, i hope you imagine i’m in front of your door, just like you walk into my day that day, on my birthday..
you know i would if i could..

i can’t say anything or bring you something, i hope you can feel this.. my desire..

hehe, actually.. i have something.. but this is somekind of quiz..
the present will be sent to you, if you can answer this question..
how many grams will you gain on your birthday to raise your weight?
and since the answer will be found in the end of the day, so the present will be delayed untill that time..

hehehe.. it’s serious, honey.. im not kidding..
promise me to eat more.
i want to see you to be more fat, dear

Posted by aletheia in 05:53:09 | Permalink | No Comments »

construisons un fort bâtiment pour nous, mon cher..

bagaimana menurutmu?
itu pertanyaan kamu di postingan 10 juli (yang kamu tulis 16 juli.. ;p)..
sebuah pertanyaan harus dijawab..
dan walaupun pembahasan kita sudah panjang lebar menyoal tulisan itu.. tetap ada sebuah tanda tanya di akhir tulisan kamu waktu itu.. dan saya harus menjawabnya..

jujur, hari itu, saya tidak baik-baik saja waktu membaca tulisan kamu.mungkin saya hanya terlalu keras mecari sari kata. sangking kerasnya usaha itu, saya kehilangan fokus pembacaan.

sore itu si ibe pulang dengan wajah khawatir, karena sedari awal saya di depan layar, kening saya mengernyit naik turun. dan tak satupun pertanyaan yang dia lontarkan bersambut dengan jawaban yang saya beri.
“ada yang salah?” katanya.
“nggak.nggak gitu be. bukan bener atau salah. gw cuma lagi baca,” jawaban berulang saya beri, bikin dia tambah kebingungan.

hari itu di ym mungkin saya menyebalkan. maafkan, saya kadang begitu membingungkan ketika saya sedang bingung. kamu tahu, ketika saya mengulang membaca tulisan kamu itu beberapa kali, saya menemukan sebuah bagian yang mengganggu saya.

sebelumnya saya tak yakin, bagian mana yang membuat saya begitu kehilangan fokus. padahal di bagian awal saya sering mengangguk, sepakat. dan sebenarnya saya sepakat juga untuk kata-kata mimit, walau saya harap itu juga kata-kata kamu, ‘jangan membuat pagar sebelum membangun rumah,’.. u know me.. u know i’ll agree with that statement.. i agree indeed..

tapi ada sebuah paragaraf sebelum itu yang sempat membuat saya takut. sebuah kalimat yang sangat rasional, sebenarnya. tapi juga sebuah kalimat yang membuat saya kembali berpikir every kind of possibility. ingkar. it’s.. a scary concept.. tapi kamu benar, itu manusiawi untuk beberapa kasus.. kamu sangat rasional dalam beri saya penjelasan di postingan hari itu. dan kadang saya ’si irasional’ terlalu terkejut untuk diajak rasional. i think that was what happened..

tapi kamu akhirnya sudah bertemu saya yang sedang gusar in my own thought.. hectic in my own mind.. maaf kalau apa yang saya katakan–atau tidak katakan–di ym malam itu buat kamu kesal. let me introduce that side-of-me..

hehehe

still, i havent answer your question, have i..
u wanna know what i think about this..?

ini yang saya pikirkan,
saya percaya kamu..
saya percaya konsep aletheia yang kamu tawarkan ini..

jadi mari kita bangun rumah yang kuat..
mon cher..

Posted by aletheia in 05:52:36 | Permalink | No Comments »

i am here..

13 juli
sunday
satu jam sebelum umur kamu berganti dengan angka kembar

“spending sundays in your apartment
is like a holiday for me
you drink water
i drink wine
that suits me fine

i think it’s intentional
the way your clock is an hour behind
i think i’ll stay longer
because mondays
always come around

i need lazy days on the sofa
more than love on summerdays
talking fast
saying nothing
it’s alright with me

i need a drink
i need some company
i need someone
to share my life with

i think it’s intentional
the way your clock is an hour behind
i think i’ll stay longer
because mondays
always come around”

holiday dari club 8 mengalun di playlist windows media player malam ini (bukan winamp!)…

pikiran ini melayang ke hari minggu tepat seminggu yang lalu. hari itu ada kamu, ada hari minggu, dan ada “your apartement”.. hehehe.. lengkap. seperti apa kata lagu ini. itulah mungkin kenapa dalam tidur tiba-tiba saya mendengar lagu itu mengalun siang itu. ahh..ya siang itu..

hari ini lagu itu mengalun lagi. saya di sini, di rumah yang tampak ramai bukan kepalang, tiga tv dengan suara bersaing satu sama lain. lalu kamu di sana, ramai juga tampaknya, kalau jadi mungkin sedang seru main ps. masih di bawah langit yang sama, bahkan masih di daratan yang sama hanya dipisah beda nama geografis batas kota.

saya mau ceritakan satu rahasia kecil. mungkin kamu dulu pernah lihat saya ganti primary photo, gambar usagi tsukino sedang pandangi langit malam, lalu di bawahnya saya beri caption yang sebenarnya saya cuplik dari lagu lamanya nica costa, “and even tough i know how very far apart we are.. it helps to think we might be wishing on the same bright star. and when the night-wind start to sing a lonesome lullaby, it helps to think we’re sleeping underneath the same big sky”. Rahasia kecilnya, waktu memasang dan menuliskan itu, saya sebenarnya memikirikan kamu..

kamu tahu, dulu sekali, saya kenal kata rindu sebagai kata yang membunuh, menyiksa, membuat biru, destruktif lah pokonya (apalagi kalau pms ;p).. tapi kamu bikin saya memaknai kata itu dengan cara lain. saya merasa hidup. bahkan waktu kemarin dalam kantuk yang tertumpuk. hitung-hitung, kurang dari sepuluh jam total tidur dalam tiga hari. hari jumat saya berangkat dengan mata dan tubuh seperti zombie. Tapi saya bangun pagi itu.

saya bangun pagi itu untuk lihat kamu. (apa maksudnya nat?)..
hehehe.. ini ceritanya baru akan saya mulai..

ada cerita yang harusnya sudah saya tuliskan tentang hari-hari kemarin.. bahkan terlalu banyak. maafkan kalau kamu harus buka aletheia kita ini dan mendapati saya belum berbagi satu kata pun. saya tahu kamu kecewa. alasannya, sudah saya bilang kemarin di ym. but i knew, reason is just another term of excuses or appologies. semua bisa diubah, begitu kata kamu. saya sepakat. waktu saya baca tulisan 12 juli, saya tahu benar apa maksud kamu.

kalau dipikir-pikir, ada dua alasan, mengapa sulit sekali menulis (dan membaca–karena mereka memang kegiatan kait mengkait), ketika hati sedang senang. pertama, mungkin memang saya terlalu pelit untuk membagi energi kebahagiaan itu, takut kalau-kalau kebahagiaan itu bisa habis kalau dibagi. but i know it’s silly. seperti kamu pernah bilang, ‘happines only real when it’s shared’. alasan kedua, mungkin energinya meluap-luap, hilarious, dan lalu terngiang- ngiang lirik mint car, “The sun is up i’m so fizzy i could burst!/ you wet through and me headfirst / into this it’s perfect/ It’s all i ever wanted/ ow! it feels so big it almost hurts!.. u know what i mean, it feels so big, a piece of paper seems not enough to carry it… hehe.. tapi akhirnya saya menulis juga…

tadi saya janji mau ceritakan tentang beberapa hari yang belum saya tuliskan di sini.. saya cuplik dan satukan tulisan-tulisan tentang beberapa ini.. sempat beberapa saya tulis di buku saku usang yang biasanya saya bawa kemana-mana itu.. dan beberapa carik notepad yang tercecer…

***
delapan juli

Aku berdiri di trotoar samping bis mu sore itu, menyender ke pagar. Tukang teh botol di sebelah tampaknya terganggu, tapi aku masih ingin melihatmu lebih lama, setidaknya sampai punggung bis ini hilang menjadi titik. Kamu duduk di bagian sayap kiri-kursi dua-tapi bukan yang dekat jendela, urutan ke dua atau tiga dari belakang..

Hari ini tanggal delapan, iya hari ini.. mungkin hari ulang tahun terbaik yang pernah kupunya.. Akhir dari sore tadi sempat mendadak berritme cepat. I get a lil bit more nerves, jadilah supir angkot tadi kena batunya. Pikiran-pikiran seperti, ‘akhirnya kamu benar akan berangkat. tidak akan ada rekayasa lagi. tidak mungkin lagi kejutan tiba-tiba kamu berdiri di depan pintu di kotaku, voila! nat i’m here.. tidak. sekarang benar kamu berangkat ke kotamu’, ya pikiran-pikiran seperti itu, yang sempat mampir waktu bis dipati ukur-jatinangor itu mulai menghilang menikung ke kiri.

Di atas motor ayahku yang melaju kencang, pikiranku melayang-layang. Entah cerita apa saja yang sudah berkelebat, yang pasti, tiba-tiba matahari yang bulat sempurna ada di depan mata. Sampai di daerah setrasari, warnanya semakin cantik, cantik sekali. Lalu entah bagaimana bisa, di pinggiran jalan daerah pemukiman elit itu, ada pedagang layang-layang. Bentuk layang-layangnya kupu-kupu cantik dengan berbagai pilihan warna.

Matahari, bermain layang-layang. Ahh, belum-belum pikiran ini melayang padamu. Tapi kamu tahu sebuah pikiran lucu datang kemudian. Hey, mungkin matahari diutus untuk gantikan kamu sementara, temani aku selama kamu di kotamu. Pikiran aneh memang. Tapi, mulai sore itu aku tidak lagi membedakan senja dan fajar. Tidak lagi pilih kasih pada keduanya. Senja dan fajar sama matahari. Dan aku lihat kamu di dalam bulatnya yang terang. Mungkin pikiran ini sudah melintas sepilas demi sepilas, seulas demi seulas, sejak aku tuliskan lagu berjudul kuning untuk kamu. Lagu itu tentang matahari. Dan sekarang matahari itu kamu.

Posted by aletheia in 05:51:10 | Permalink | No Comments »

12 Juli 2008

Kemarin malam bapak ajak saya dan adik ke toko buku. Sebetulnya buku yang belum dibaca masih menumpuk, tapi sayang kalau melewatkan acara ‘traktiran’ macam begini.

Mood membaca saya tak tentu. Kalau datar-datar saja, gairah baca biasanya besar. Seminggu bisa selesai dua judul. Kalau lagi euforia atau terjembab dalam buku-buku dibiarkan dipeluk debu atau rayap. Sebulan ini tak satu bukupun rampung dibaca.

Menulis pun begitu. Kemarin-kemarin pulpen dan kertas jadi kambing hitam. Sore tadi otak saya mampat, meski tutup pena sudah terbuka dan kertas sudah dibeli.

Kebiasaan itu coba diubah.

Selepas Magrib saya jalan ke warnet. Menemukan tulisan Andreas Harsono tentang Iwan Fals. Sudah lama sebetulnya, tapi dulu belum tertarik. Panjang juga tulisan itu, tapi tak lelah bacanya. Mood menulis lalu datang.

Saya selalu ingat ucapan Tohari, “sebelum jadi penulis yang bagus, jadilah pembaca yang rakus”. Itu kenapa kebiasaan baca-tulis saya bergerak berbareng. Wajar rupanya kalau sulit menulis, sebab sedang jarang membaca.

Sore tadi habis di atas kursi goyang. Dari beranda lihat langit. Harapannya langit biarkan kata-kata lewat seperti beberapa minggu lalu, waktu saya bikin puisi pertama buat kamu

untukmu kutunjukkan arah
detik kucipta fajar
detik melepas senja
kuurai biru melerai gejolak batinmu

Tidak, setelah lihat langit saya tak tahu harus tulis apa. Kalau kamu disamping saya tadi, kamu bisa bicara tentang senja yang sempurna dengan guratan oranye di langit dan saya diam mendengar. Tapi, kamu tidak disana dan saya tak mendengar dalam diam. Saya merindu dalam diam, merindukanmu.

Rindu sedikit terobati waktu menulis ini. Saya bayangkan kamu di hadapan, jadi teman bicara. Ternyata kamu diam mendengarkan dan tak bicara sepatahpun. Kamu belum bercerita rupanya. Tak apa kalau belum. Nanti saya menulis lagi, menulis lagi, menulis lagi, sampai kamu bercerita, sampai kamu menulis, dan rindu ini tergubris.

Pram bilang menulis adalah ‘bekerja untuk keabadian’. Dia betul, tapi saya mau tambahkan. Menulis buat yang sementara jadi abadi, buat yang abadi tampak dalam kesementaraan. Waktu kita bertemu nanti, rindu ini bakal terobati, saya yakin. Sungguh penantian itu bakal terasa lama, dan rindu bakal bertumpuk. Semoga kamu menulis barang separagraf, dan buat penantian jadi menyenangkan.

Jogja, 12 Juli 2008

Posted by aletheia in 05:50:26 | Permalink | No Comments »

10 Juli 08

Hari kedua di Jogja. Hidup berjalan seperti biasa, walau waktu memungkinkan buat melakukan hal-hal tak biasa. Tadinya saya mau mulai membaca buku George Junus yang dibeli bersama kamu di tikungan jalan Braga, tapi sampai detik ini sekatapun belum. Bagaimana harimu, Nona?

Sehari ini ucapan Mimit semalam datang beberapa kali…

Kita tak butuh janji. Janji itu proses seiring tumbuh-kembangnya rasa. Sulit memang, sebab kita biasa berpikir janji membangung kepercayaan. Bagaimana kalau kepercayaan membangun janji, pun itu tak harus terucap?
Dulu, sebelum menemukan kamu, saya percaya janji itu tidak manusiawi. Bagaimanapun manusia punya hak untuk memilih, termasuk memilih ingkar.

Kalau kamu janji tidak malas makan, kita mudah saja tentukan kamu ingkar atau tidak sebab makan adalah tindakan yang nyata terlihat. Tapi, kalau janji terkait rasa, saya rasa sulit.

Janji mencintai nona, misalnya. Apa saya ingkar kalau meninggalkan Nona karena mencintai Nona yang hidup tanpa saya, sementara Nona pikir janji mencinta adalah tetap bersamamu. Di malam saat kamu bilang tak ingin saya berjanji terus ada di sampingmu, saya mengernyit. Apa saya tak cukup meyakinkan, tak cukup layak?

Sekarang saya berpikir…

‘Jangan membuat pagar sebelum membangun rumah,’ begitu Mimit bilang semalam. Kalau rumahnya sudah kuat betul kita tak perlu pagar penjaga. Kita tak perlu umbar janji kalau sudah saling percaya. Dan saya percaya kamu, Nona…di akhir Mimit bilang ’sepertinya lu udah nemuin Jenny’

Bagaimana menurutmu?

Jogja, 10 juli 2008

Posted by aletheia in 05:49:45 | Permalink | No Comments »